Mengenal Cara Bayi Berfikir

Mengenal Cara Bayi Berfikir

Mengenal Cara Bayi Berfikir – Penting bagi kita untuk memahami dan Mengenal Cara Bayi Berfikir agar dapat lebih memahami mereka. Bayi dan anak kecil memang belum bisa berfikir apalagi berfikir yang realistis atau bersifat obyektif. Anak kecil yang sudah bisa membedakan kiri dan kanan atau membedakan peran antara teman, orang tua, guru, saudara dan lainnya, terkadang belum bisa membedakan mana fikirannya yang nyata dan mana fikiran yang bersifat imajinasi, antara kenyataan dan imajinasinya masih bercampur, apalagi bagi seorang bayi jelas kegiatan berfikir belum ada padanya.

Mengenal Cara Bayi Berfikir
Mengenal Cara Bayi Berfikir
Yang dimaksud cara berfikir pada bayi adalah cara yang biasa diterapkan oleh bayi pada pribadinya, seolah-olah bayi mempunyai cara berfikir tertentu secara naluriah tentang pribadinya. Hal ini semacam cara bayi atau anak kecil memandang dirinya sendiri secara alami atau bersifat pembawaan yang bersifat naluriah, yang pada orang dewasa sering dinamakan cara mereka berfikir tentang dirinya sendiri.

Secara naluri, bayi dan anak kecil memandang dirinya sendiri sebagai pusat dunia atau pusat perhatian. Hal ini sangat mencolok pada bayi dan anak kecil karena secara alami bayi dan anak kecil memang diperlakukan oleh orang tuanya sebagai pusat perhatian. Bayi selama hidup dan berada dalam kandungan sampai lahir ke dunia seluruh kebutuhannya dicukupi oleh orang tuanya, apa yang ia inginkan pasti dipenuhi. Apabila ia lapar yang ditandai dengan tangisan ibunya segera memberinya susu, begitupun pada anak kecil yang ingin sesuatu pasti dikabulkan oleh orang tuanya, ia menunjuk pada suatu benda pasti diambilkan oleh orang tuanya atau ia dipangku di bawa kearah benda tersebut, dan keinginan lainnya pasti dipenuhi.

Dari segi inilah bayi dan anak kecil merasa dirinya sebagai pusat perhatian atau pusat dunia, aku yang paling istimewa dan sebagainya. Ketika bayi dan anak kecil berfikir atau mempunyai naluri seperti ini, ia akan menganggap apa yang ia inginkan sama persis dengan apa yang ibunya inginkan, ia selalu menyamakan segala sesuatu dengan ibunya. Hal ini seperti terjadi dalam kandungan ibunya, ia dan ibu memiliki kesatuan langkah dimana pun berada dan kemanapun berjalan.

Ketika bayi menjadi anak kecil dan berangsur besar, pandangannya tentang dirinya sebagai pusat dunia masih tetap melekat, sehingga anak akan rewel ketika keinginannya tidak dipenuhi. Ketika anak sudah makin besar, ia akan memulai proses memisahkan diri dari ibunya, ia akan belajar tentang kemandirian, dalam kondisi ini anak akan mulai belajar dekat dengan ayahnya disamping dengan ibunya, serta akan memiliki rasa percaya diri yang tinggi.

Sebagian ahli psikologi berpendapat bahwa orang tua dapat mendidik rasa percaya diri anaknya dari mulai mereka masih bayi, caranya dengan memberikan lingkungan yang diliputi perasaan kasih saying, serta dukungan verbal atau dukungan perkataan seperti kata-kata pujian bahwa bayi atau anaknya pintar, cerdas, cantik, luar biasa lainnya sebagai bentuk pujian yang baik atas prestasinya. Hal ini akan meningkatkan rasa percaya diri anak yang dipupuk dari semenjak masih bayi.

Demikianlah tadi ulasan kitapada kesempatan kali ini mengenai Mengenal Cara Bayi Berfikir. Semoga dapat menambah wawasan kita dalam memahami buah hati kita. Semoga bermanfaat!

Mengenal Cara Bayi Berfikir | MAM | 5