Inilah 8 Gejala Anemia atau Kurang Darah

Gejala Anemia. Anemia adalah kondisi dimana tubuh kekurangan sel darah merah atau hemoglobin (protein pembawa oksigen). Hemoglobin merupakan elemen penting yang kadarnya harus normal agar oksigen berhasil disebarkan ke seluruh jaringan tubuh melalui paru-paru.

Seorang pasien dikatakan anemia bila konsentrasi hemoglobinnya (Hb) kurang dari 13,5 g/dL atau hematokrit (Hct) kurang dari 41% pada pria, dan konsentrasi Hb-nya kurang dari 11,5 g/dL atau Hct-nya kurang dari 36% pada wanita.

Anemia menjadikan proses pengedaran sel darah merah menjadi terganggu sehingga tubuh kekurangan oksigen yang kemudian diolah menjadi energi. Dari sini sudah jelas terlihat bahwa gejala awal dari anemia dapat berupa sering merasa lelah, lidah dan kelopak mata berwarna pucat.

Gejala Anemia (Kurang Darah)

Gejala anemia
(c) Hijamah Steril
Anemia juga dikatakan dengan kondisi kurang darah. Berikut ini serangkaian gejala kurang darah yang dapat mempermudah Anda untuk mengetahui mengalami anemia atau tidak seperti dilansir Activebeat.

1. Kelelahan dan kehabisan energi
Kelelahan menjadi gejala umum penyakit anemia yang semua penderita pasti mengalaminya. Beberapa jenis anemia, seperti akibat defisiensi zat besi atau vitamin B-12 dapat menyebabkan kelelahan berlebih jangka panjang karena rendahnya kadar hemoglobin.
2. Rusaknya beberapa organ tubuh, seperti otak dan jantung
Beberapa bagian tubuh memerlukan oksigen yang dibawa oleh hemoglobin agar kinerjanya tetap stabil. Oleh karena anemia mengganggu proses pengantaran tersebut, maka sistem kardiovaskular mengalami gangguan. Kurangnya darah pengangkut oksigen tidak hanya mengakibatkan kelelahan ekstrim, melainkan memicu kerusakan beberapa organ tubuh, seperti otak dan jantung.

3. Sakit kepala dan sesak napas
Anemia membuat penderita kerap merasakan lelah berlebih, meski tidak sedang melakukan aktivitas berat. Selain itu, tidak jarang penderita mengeluh mengalami sakit kepala dan sesak napas. Seperti ketika bangun tiba-tiba dari duduk, kepala terasa pusing dan ruangan seakan bergerak memutar.

Kondisi tersebut menandakan anemia parah yang terjadi akibat beberapa organ tidak kedapatan darah dan oksigen yang cukup. Jika terjadi jangka panjang dikhawatirkan tubuh mengalami iskemia, yakni matinya beberapa jaringan atau sel tubuh. 

4. Kulit berwarna pucat
Kulit wajah terlihat pucat menjadi indikasi anemia. Hal ini merupakan efek langsung dari penurunan jumlah hemoglobin terhadap kulit. Ujung jari juga berwarna pucat, Anda bisa mengetahuinya dengan menekan ujung jari dan melihat perubahan menjadi putih atau pucat. Sementara kulit tubuh juga berwarna kekuningan.

5. Kram kaki
Gejala umum lainnya dari anemia adalah kram kaki. Pada anemia ringan, kram kaki hanya terjadi setelah atau sedang melakukan aktivitas fisik, seperti berjalan, berlari, dan berdiri lama. Sedangkan pada penderita anemia berat, kram kaki dapat terjadi meski sedang beristirahat. Akan jelas disebut anemia bila disertai kelemahan otot, kulit pucat, dan sesak nafas.

6. Insomnia
Kesulitan tidur, seperti kegelisahan juga dianggap sebagai gejala anemia setelah dilakukan penelitian tahun 2008 di Irlandia yang melibatkan anak-anak dan remaja. Kekurangan zat besi pada beberapa orang menimbulkan masalah susah tidur, kaki seringkali bergerak karena merasakan gelisah atau dinamakan sindrom kaki gelisah.

7. Kesulitan berkonsentrasi
Ketidakmampuan hemoglobin untuk mengedarkan oksigen juga mempengaruhi kemampuan otak dalam berkonsentrasi. Hal ini diperparah dengan tidak terpenuhinya kebutuhan nutrisi penting untuk otak seperti vitamin dan mineral (asam folat, zat besi, dan vitamin B12).

8. Denyut jantung tidak teratur
Dalam dunia medis kondisi ini dinamakan palpitasi, yaitu detak jantung yang tidak stabil. Palpitasi dapat terjadi saat janutng kekurangan oksigen. 

Segera konsultasi pada dokter apabila tubuh mulai menunjukkan beberapa gejala anemia di atas, terutama untuk kulit pucat yang harus secepatnya ditangani oleh dokter.