Beberapa Tips Diet Menurunkan Resiko Kanker

Tips Diet Menurunkan Resiko Kanker - Sejak tahun 1970 mulai dipublikasikan hubungan antara makanan, gizi dan kanker. Hubungan yang terjalin antara makanan dan kanker bisa positif dan bisa negatif. Ada makanan yang mampu mencegah atau menurunkan resiko terkena kanker namun ada juga makanan yang meningkatkan resiko terkena kanker.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh para ahli mengungkapkan bahwa penyebab kanker didominasi oleh faktor eksternal dibanding dengan faktor internal. Oleh sebab itu sebagian besar penyakit kanker dapat dicegah.
Tips Diet Menurunkan Resiko Kanker
Beberapa Tips Diet Menurunkan Resiko Kanker
Diet yang seimbang dengan konsumsi sayur dan buah sebanyak 400 – 800 gram per hari dapat menurunkan resiko kanker 20 – 33 %. Bila diet ini digabungkan dengan pola hidup sehat maka dapat menurunkan resiko kanker sebanyak 70%.

Diet yang benar adalah pengaturan pola makan yang terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, mineral, vitamin dan juga serat dalam jumlah dan kualitas yang mencukupi. Bila setiap zat yang diperlukan oleh tubuh anda selalu tersedia dalam jumlah dan kualitas yang mencukupi hal ini membuat sel sel imun menjadi kuat. Sel darah putih adalah sel imun yang bertugas mengenal senyawa asing atau sel yang termutasi ( sel T ), menyerang dan menghancurkan sel termutasi, mengenal senyawa asing dan membuat antibodinya untuk menghancurkan senyawa asing tersebut ( sel B ), dan membersihkan tubuh dari sel-sel yang rusak.

Sel darah putih
Bila sel darah putih ini mampu berfungsi dengan baik maka tubuh anda akan merespon secara cepat serangan sel termutasi dan senyawa asing. Sehingga pertumbuhan sel kanker dapat dimatikan atau bila sudah terserang kanker maka sel kanker akan dihambat perkembangannya.

Bila anda saat ini anda  sedang berusaha untuk menurunkan berat badan maka yang harus dikurangi adalah jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh bukan nilai gizinya. Mengurangi 500 kalori perhari akan menurunkan berat badan 2 kg dalam satu bulan. Obesitas disebabkan oleh jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh lebih banyak dibandingkan jumlah kalori yang dikeluarkan oleh tubuh.