Berbagai Faktor Pemicu Resiko Penyakit Jantung

Sebagian orang tahu, kalau penyakit jantung bisa dipicu oleh beberapa gangguan kesehatan seperti obesitas, hipertensi, dan diabetes. Kebiasaan hidup yang kurang baik seperti merokok dan konsumsi alkohol juga daoat meningkatkan risiko penyakit jantung. Anda harus berhati-hati terhadap itu semua agar tidak terkena penyakit jantung. 

Faktor Pemicu Resiko Penyakit Jantung

Faktor Pemicu Risiko Penyakit Jantung

Seperti yang telah dijelaskan oleh banyak peneliti dan dokter, kalau penyakit jantung telah banyak merenggut nyawa penderitanya. Bila Anda tidak ingin menjadi salah satu korban dari keganasan penyakit jantung, maka lebih baik hindari faktor pemicu resiko penyakit jantung yang beberapa diantaranya tidak terduga berikut ini.

Mudah Terpancing Emosi

Meluapkan amarah terhadap sesuatu atau seseorang memang bisa melegakan sesak di dada. Terjebak macet, merasa dibohongi, dibalas cinta bertepuk sebelah tangan oleh kekasih, dan banyak lagi alasan yang membuat seseorang mudah terpancing emosi dan amarah sehingga dirinya berada di luar kendali.

Andai saja Anda tahu kalau emosi itu sangat berdampak buruk bagi kesehatan jantung, sudah pasti mulai sekarang Anda belajar meningkatkan kesabaran. Pasalnya, seorang profesor di Harvard School of Public Health di Cambridge, laura Kubzansky, PhD, memikirkan perilaku mudah marah dan mengamuk pada orang-orang yang tidak memiliki tingkat kesabaran tinggi. Dirinya telah mempelajari pengaruh stres dna emosi pada penyakit kardiovaskular.

Laura menjelaskan, bila amarahnya hanya sesekali dilakukan dengan melampiaskannya pada benda-benda, maka masih terbilang wajah. Tetapi apabila kekuatan emosi sudah sangat memuncak hingga bertindak ganas, baik kepada benda-benda maupun orang lain, maka orang tersebut bisa dengan mudah terkena penyakit jantung.

Stres dan Kecemasan Akut

Ada kaitan antara nyeri dada yang bisa menjadi gejala dari penyakit jantung dengan stres maupun kecemasan akut. Ketika pikiran dilanda oleh stres, maka tidak jarang seseorang merasakan sakit pada bagian dada. Sayangnya, tidak banyak orang yang menyadari kalau rasa nyeri di bagian dada tersebut adalah dampak dari kecemasan dan stres.

Bila seseorang lama terjebak dalam kondisi stres, maka kelenjear adrenal akan mengeluarkan adrenalin yang bisa menyebabkan peningkatan detak jantung, tekanan darah, kewaspadaan, dan kontraksi otot. Selain itu, stres juga menjadi salah satu faktor pemicu hipertensi atau tekanan darah tinggi. Penyakit yang bisa ditimbulkan oleh efek dari stres ini salah satunya adalah penyakit jantung.


Kurang Konsumsi Buah dan Sayur

Buah dan sayur mengandung banyak serat, vitamin, dan mineral. Dengan rutin mengonsumsi buah dan sayur, maka kesehatan jantung semakin terjaga dan kualitas hidup ikut meningkat. Ada banyak jenis buah dan sayur yang baik untuk jantung, seperti tomat, semangka, bayam, brokoli, jeruk, nanas, dan jagung. Pilihlah buah ataupun sayur yang mengandung likopen, senyawa ini dibutuhkan oleh tubuh untuk memperkecil risiko penyakit jantung dan stroke.

Abai Terhadap Kebersihan Gigi

Pada gigi terdapat banyak saraf yang membawa risiko penyakit, salah satunya penyakit jantung. Menjaga kesehatan gigi adalah sebuah keharusan yang wajib dijalani setiap orang yang ingin terhindar dari beragam penyakit. Tahukah Anda, kalau plak dan bakteri yang mengumpul di dalam mulut dan gigi bisa menimbulkan peradangan. Peradangan ini akan membawa Anda pada aterosklerosis yang berkaitan dengan jantung.

Sifat Tertutup

Umumnya, terdapat dua kepribadian, yakni introvert dan ekstrovert. Orang dengan kepribadian introvert atau tertutup nyatanya dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Hal ini disebabkan oleh tidak atau sedikit adanya sesuatu yang bisa dijadikan objek pelampiasan emosi. Amarah yang tidak terkontrol bisa memicu penyakit jantung, begitu juga dengan emosi yang selalu dipendam bisa menyebabkan stres.

Tidur Mendengkur

Apabila Anda pernah tidur mendengkur namun tidak diketahui penyebabnya, maka lebih baik Anda waspada karena itu bisa menjadi gejala penyakit jantung. Mendengkur bisa terjadi akibat tekanan darah meningkat. Orang yang mengalami gangguan tidur ini rentan terhadap penyakit kardiovaskular, seperti serangan jantung.

Konsumsi Makanan Pemicu Sakit Jantung

Anda mungkin tidak sadar kalau selama ini telah sering memberi tubuh asupan makanan yang berpotensi menyebabkan penyakit jantung. Beberapa makanan yang dituding dapat meningkatkan risiko penyakit jantung antara lain makanan olahan seperti keripik kentang atau singkong, bagian kuning telur yang berlebihan (bisa meningkatkan kadar kolesterol), keseringan konsumsi garam, makanan manis yang bisa menyebabkan penyakit diabetes, juga pada makanan yang dipanggang ataupun bentuk cepat saji seperti kebab dan hamburger.


Selain faktor pemicu resiko penyakit jantung di atas, ternyata ada juga faktor lain yang sepertinya tidak pernah Anda duga. Pemicu tersebut antara lain sabun bakteri akibat zat kimia di dalamnya yang bisa merusak jaringan otot dan berdampak pada kesehatan jantung. Kemudian bahan kimia anti-lengket untuk peralatan memasak seperti teflon. Serta makanan kalengan juga menjadi faktor resiko penyakit jantung karena ditemukan senyawa kimia BPA (Bisphenol-A) di dalamnya yang disebut sebagai zat pengganggu hormon-hormon terkait kanker payudara, masalah emosi pada anak-anak perempuan, obesitas, dan infertelitas.